Home » Pojok Amici » Lawakan Orang Pintar

Lawakan Orang Pintar

Banyak orang bangga menjadi orang pintar. Bahkan, banyak juga orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pintar. Dan memang terbukti, menjadi pintar bisa membuat jalan lebih mudah. Seperti menjadi anak pintar di sekolah tentu akan disayang para guru, dipuji orangtua bahkan diberi hadiah, disayang teman sekolah karena mereka ada maunya alias mau nyontek. Tak berhenti sampai di situ. Anak pintar tentu jadi kebanggaan orang tua. At least bisa jadi bahan obrolan saat arisan. Dan yang lebih penting, menjadi pintar artinya hemat biaya. Sebab, pintar bisa digunakan untuk menyabet beasiswa, atau bisa masuk sekolah dengan biaya minimal.

Jadi kalau orang kaya punya anak pintar, makin kayalah orang itu. Tapi apa benar menjadi pintar itu masih didambakan? Sebab, dosen saya pernah bilang, “Mending jadi orang bodoh ketimbang orang pintar. Karena orang bodoh bisa membodohi orang pintar. Lihat saja banyak orang pintar yang jadi pekerja. Sedang orang bodoh justru bisa jadi bos para pekerja”. Serupa dengan dosen saya, iklan pun demikian. Atau jangan-jangan tim kreatif iklan ini dosen saya. Ha..ha..yang ini murni mengada-ada. Si iklan bilang, “Lebih baik jadi orang bejo (beruntung, -Red),”. Kalau Anda tinggal di Indonesia, pasti tahu maksudnya. Kalau tidak tahu saya jelaskan. Iklan bejo ini untuk mematahkan tagline produk rivalnya yang menyebut orang pintar, minum tiiiiiitttt sensor nggak boleh sebut merek. Satu lagi, dosen saya yang lain bilang pada sahabat saya yang lebih pintar dari saya. “Kamu pintar, tapi tidak cerdas,” katanya. Kalimat itu membuat saya sadar. Kalau sahabat saya yang lebih pintar tidak cerdas, apalagi saya ha..ha.. Tapi saya tidak jadi minder. Karena menjadi cerdas tak harus pintar.

Jadi kesimpulannya, menjadi pintar bukanlah satu-satunya dambaan yang perlu diwujudkan. Masih ada kategori lain yang mampu memberi penawaran yang tak kalah menarik. Menjadi cerdas, bejo, bahkan bodoh. Jadi timangan untuk bayi sekarang bisa bervariasi. Anda tak harus menyebut, “Jadi anak yang pintar yah,”. Tapi Anda juga bisa bilang, “Jadi anak cerdas yah,”. Atau, “Jadi anak bejo yah,”. Pilihan lain, “Jadi anak bodoh yah,”. Yang terakhir ini paling menarik. *fla

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,105 other followers

%d bloggers like this: