amicimia

Home » Uncategorized » Galau Karena Kopyah

Galau Karena Kopyah

Sudah biasa bagi para lelaki muslim mengenakan kopyah saat sholat atau pun menghadiri pengajian. Seperti anak muda satu ini yang tak pernah meninggalkan kopyahnya. Uniknya, kopyah itu tak pernah dikenakannya, hanya dipangku atau diletakkan di depannya saja.

 

Alhasil, para tetangga berspekulasi sedemikian kreatifnya. Ada yang bilang anak muda ini tidak sopan, mungkin ukuran kopyahnya terlalu besar, mungkin malu karena bentuk kopyahnya kurang stylish –karena memang sekarang tersedia kopyah bentuk kubah yang ujung atasnya lancip seperti di sinetron–, mungkin juga gaya rambutnya adalah hasil kreasi salon ternama semisal salon Rudy Hadisuwarno sehingga sayang jika ditutupi kopyah. Kalau yang terakhir ini bumbu dari saya sendiri he he. Yang paling parah, beberapa orang mempertanyakan keimanan si anak muda itu.

 

Yang ada di pikiran saya, kenapa orang-orang tidak menanyakan secara langsung pada si anak muda tersebut. Bukannya berspekulasi malah menguras pikiran dan waktu. Toh belum tentu benar juga.

 

Lagian, kenapa harus jadi rempong. Toh si anak muda ini tak lebih galau daripada para tetangganya. Jadi kenapa harus bermain persepsi diri sendiri dan takut untuk menanyakan kebenaran pada sumber yang terpercaya? Yaitu langsung pada si anak muda.

 

Komunikasi memang dibangun dengan persepsi. Namun, persepsi yang belum tentu benar akan malah menciptakan misskomunikasi yang bisa berbuntut panjang dan bisa saja menyesatkan.

 

*fla


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: